Demokrasi Mandul, Republik dijual ke oligarki

Rakyat pekerja Indonesia!

Lihatlah bagaimana demokrasi hari ini berubah menjadi sandiwara busuk. Wakil rakyat yang kalian pilih, kini duduk nyaman di kursi empuk DPR, bukan sebagai penyambung lidahmu, tetapi sebagai kaki tangan partai dan tuan modal.


Apakah bisa DPR sungguh-sungguh mengawasi Presiden dan para menteri, jika mereka semua berasal dari rahim partai yang sama? Apakah bisa partai mengkritik presidennya sendiri, sedangkan kekuasaan dan jabatan justru mereka perdagangkan di meja politik? Itu bukan pengawasan, itu permainan dagang kekuasaan.


Inilah yang kusebut mandulnya demokrasi. Demokrasi yang seharusnya menjadi alat rakyat, telah diperkosa oleh partai-partai politik yang menjelma menjadi kartel oligarki. Mereka hidup dari uang rakyat, tetapi melayani kepentingan modal.


Rakyat!

Jangan lagi berharap banyak pada parlemen. Parlemen bisa menjadi kuburan revolusi, tempat suara rakyat dikubur hidup-hidup. Jalan pembebasan tidak lahir dari kompromi partai, melainkan dari kekuatan massa yang sadar dan terorganisir.


Bangunlah organisasi buruh yang kuat, tani yang berani, pemuda yang berilmu. Satukan barisanmu! Republik tidak bisa ditopang oleh elite serakah yang memperjualbelikan demokrasi. Republik hanya bisa hidup jika rakyat sendiri yang menjadi penopang dan pengawas sejati.


Ingat! Demokrasi tanpa rakyat pekerja sebagai pengendali hanyalah topeng.

Topeng yang menutupi wajah busuk oligarki.

Komentar

Postingan Populer